
Solidaritas Tanpa Batas, Keluarga Besar Tadris Kimia Panjatkan Doa dan Empati bagi Korban Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan mengetuk pintu kepedulian dan empati seluruh masyarakat di berbagai penjuru tanah air. Menanggapi musibah ekologis dan kemanusiaan yang memprihatinkan tersebut, Keluarga Besar Program Studi Tadris Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara resmi menggelar aksi kepedulian moral serta memanjatkan doa bersama demi keselamatan masyarakat dan pemulihan ekosistem di Kalimantan.
Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tanah Kalimantan telah menimbulkan dampak yang sangat luas, serius, dan kompleks. Tidak hanya menghancurkan vegetasi alam serta mengancam keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan bangsa, musibah ini juga secara langsung mengganggu kesehatan, keamanan, serta roda kehidupan sosio-ekonomi warga lokal. Sebaran kabut asap pekat yang menyelimuti pemukiman penduduk berisiko tinggi memicu berbagai masalah kesehatan yang serius, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta menghentikan sementara aktivitas pendidikan anak-anak di sekolah dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Melalui gerakan kepedulian bertajuk "Pray for Kalimantan", civitas academica Tadris Kimia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan hati, mengencangkan ikatan solidaritas kebangsaan, serta melangitkan doa-doa terbaik. Seluruh warga yang terdampak dipanjatkan doa agar senantiasa diberikan kekuatan lahir dan batin, kesehatan yang terjaga, ketabahan yang kokoh, serta perlindungan dari segala bahaya dan dampak buruk akibat kabut asap maupun kobaran api. Dukungan spiritual dan moril ini menjadi fondasi penting untuk menguatkan mental masyarakat serta membakar semangat para petugas yang berjuang pantang menyerah di lapangan.
Segenap keluarga besar Tadris Kimia memanjatkan doa khusus dengan penuh keikhlasan agar rahmat hujan lebat dapat segera turun mengguyur seluruh titik kebakaran di wilayah Kalimantan. Turunnya hujan dipandang sebagai berkah yang sangat dinantikan untuk memadamkan titik-titik api (hotspot) secara efektif, membersihkan polusi udara dari partikel beracun, serta menjadi awal bagi proses pemulihan alam dan reboisasi ekosistem hutan Kalimantan yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Kehadiran air hujan akan mengembalikan keseimbangan ekologi serta menyelamatkan berbagai spesies flora dan fauna endemik yang ada di dalamnya.
Dari kacamata sains dan pendidikan kimia lingkungan, peristiwa karhutla memberikan refleksi mendalam mengenai betapa krusialnya menjaga keseimbangan ekosistem, mengendalikan emisi karbon, serta mencegah kerusakan alam. Proses pembakaran lahan melepaskan gas-gas beracun serta partikulat halus yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan memicu pencemaran atmosfer global. Oleh sebab itu, edukasi sains yang berperspektif kelestarian lingkungan hidup menjadi bagian integral dari komitmen akademik Tadris Kimia UINSSC dalam mencetak generasi pendidik sains yang berwawasan ekologis.
Penghormatan dan doa setinggi-tingginya juga dipanjatkan bagi para petugas pemadam kebakaran, personil BPBD, TNI, Polri, serta para relawan kemanusiaan yang berjuang tanpa kenal lelah di garis terdepan. Keberanian dan pengorbanan mereka menembus bahaya dan pekatnya asap demi menyelamatkan kawasan hutan serta permukiman warga merupakan aksi mulia yang patut mendapat apresiasi tinggi dari seluruh elemen bangsa.
Harapan besar digantungkan agar ekosistem hutan Kalimantan yang rusak dapat segera dipulihkan melalui upaya rehabilitasi ekologis dan konservasi yang berkelanjutan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi seluruh masyarakat Kalimantan, merahmati tanah Kalimantan dengan guyuran hujan yang menyejukkan, serta mengembalikan keasrian, keasrian lingkungan, dan kedamaian di bumi Kalimantan.