Mendobrak Batas Global: Dosen Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tembus Jurnal Scopus Q1

Mendobrak Batas Global: Dosen Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tembus Jurnal Scopus Q1Mendobrak Batas Global: Dosen Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tembus Jurnal Scopus Q1

Tadris Kimia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mencatatkan tinta emas dalam panggung akademik internasional. Di tengah transformasi besar lembaga menuju universitas siber berbasis riset, dua akademisi terbaiknya berhasil menembus standar riset global melalui publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi tinggi. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kualitas intelektual dari Cirebon mampu bersaing dengan peneliti kelas dunia.

Adalah Dr. Laita Nurjannah, M.Si., seorang spesialis Bioteknologi Mikroba dan Teknologi Omics, bersama Dr. Azmi Azhari, M.Si., pakar Kimia Bahan Alam, yang sukses menerbitkan karya riset mereka di jurnal Mycology: An International Journal on Fungal Biology. Jurnal yang dikelola oleh penerbit ternama dunia, Taylor & Francis Group, ini bukan sembarang media publikasi. Jurnal tersebut tercatat memiliki peringkat Scopus Q1 dan terindeks dalam Web of Science (WoS), yang merupakan level tertinggi dalam hierarki kualitas riset dunia.


Artikel ilmiah yang mereka susun bertajuk “Biosynthetic potential of endophytic fungi from tropical medicinal plants: genomic and metabolomic perspectives”. Riset ini bukan sekadar kajian pustaka biasa, melainkan sebuah eksplorasi mendalam mengenai potensi jamur endofit—mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menyebabkan penyakit—yang diambil dari berbagai tanaman obat tropis Indonesia.

Indonesia, sebagai paru-paru dunia dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, menyimpan rahasia medis yang belum sepenuhnya terungkap. Dr. Laita dan Dr. Azmi menggunakan pendekatan teknologi mutakhir, yakni kombinasi perspektif genomik dan metabolomik. Melalui pendekatan ini, mereka mampu memetakan potensi biosintesis dari jamur endofit untuk menghasilkan senyawa aktif baru yang berpotensi menjadi bahan baku obat-obatan masa depan, seperti antibiotik, antikanker, hingga antiinflamasi.

Keberhasilan menembus jurnal Scopus Q1 adalah sebuah pencapaian yang sangat kompetitif. Untuk dapat diterbitkan di Mycology, sebuah naskah harus melewati proses peer-review yang sangat ketat oleh para pakar mikologi dunia. Hanya riset dengan metodologi yang kokoh, data yang akurat, serta kebaruan (novelty) yang signifikan yang dapat lolos.

Pencapaian ini juga memberikan dampak besar bagi reputasi institusi. Sebagai universitas yang kini tengah mengukuhkan posisinya sebagai pionir pendidikan siber di bawah naungan Kementerian Agama, prestasi Dr. Laita dan Dr. Azmi membuktikan bahwa format siber tidak menghalangi kualitas riset laboratorium yang fundamental. Justru, ini menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen lain untuk terus melakukan inovasi dan publikasi.


Publikasi di jurnal Taylor & Francis ini merupakan kado istimewa bagi perkembangan akademik kampus. Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan skor SINTA (Science and Technology Index) institusi dan memperluas jaringan kolaborasi internasional dengan peneliti-peneliti mancanegara.

Selain itu, prestasi ini memberikan pesan kuat kepada mahasiswa bahwa keterbatasan lokasi geografis bukan lagi penghalang untuk menjadi bagian dari komunitas ilmiah global. Dengan ketekunan, metodologi yang tepat, dan penguasaan teknologi, dosen-dosen dari Cirebon terbukti mampu menjadi rujukan bagi peneliti di seluruh dunia.

Publikasi artikel “Biosynthetic potential of endophytic fungi” ini diharapkan tidak hanya berhenti di lembaran jurnal. Harapan besarnya, temuan dalam riset ini dapat ditindaklanjuti ke tahap uji klinis atau pengembangan produk bioteknologi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.

Keberhasilan Dr. Laita Nurjannah dan Dr. Azmi Azhari adalah simbol dari kebangkitan riset di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri. Dengan mengawinkan kekayaan lokal (tanaman obat tropis) dan teknologi global (genomik-metabolomik), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah berhasil menempatkan satu kakinya di puncak dunia akademik internasional.

Kini, mata dunia tidak hanya melihat Cirebon sebagai kota sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai salah satu titik terang dalam peta penelitian bioteknologi dunia. Sebuah langkah besar untuk satu institusi, sebuah lompatan jauh untuk ilmu pengetahuan Indonesia.

Scroll to Top